Pelatihan Tenik Penanganan Kebun Endemik Ganoderma: Replanting dan Konversi PPBBI, 3-5 Juni 2015: Ganoderma Masih Jadi “Momok" Bagi Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia

Serangan penyakit Ganoderma (Ganoderma sp) adalah salah satu penyakit paling mematikan untuk perkebunan kelapa sawit. Hingga saat ini belum ditemukan obat untuk mengobati tanaman atau kebun yang sudah terserang penyakit ini. Serangan penyakit ini seperti kanker, diam-diam dan perlahan tetapi mematikan dan akan sangat sulit ditangani jika terlambat.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) menyelenggarakan pelatihan penanganan Ganoderma mulai tanggal 3-5 Juni 2015 di Kampus Taman KencanaBogor,. Pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh PPBBI. Pelatihan ini diikuti oleh stakeholder perkebunan sawit, seperti: perusahaan kelapa sawit, dinas terkait, akademisi dan peneliti. Materi pelatihan meliputi: Biologi Ganoderma sp dan beberapa prinsip pengendalianya, aspek dasar pengendalian penyakit tular tanah, teknik aplikasi fungisida organik untuk pengendalian Ganoderma sp, potensi senyawa organik untuk pengendalian Ganoderma sp, teknik replanting lahan endemik Ganoderma sp dan penyediaan bibit bebas Ganoderma sp., perbaikan komunitas mikroba tanah untuk menekan dominansi Ganoderma sp, tinjauan aspek ekonomi keefektifan pengendalian Ganoderma sp dan deteksi dini Ganoderma sp berbasis teknik serologi. Pemateri pelatihan ini adalah ahli-ahli yang sudah berpengalaman menangani penyakit Ganoderma sp.

Dr Darmono Taniwiryono, ketua Ganoderma Center dan mantan Kepala Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia, adalah salah seorang ahli Ganoderma yang menyadi pembicara kunci pelatihan ini. Dr Darmono menyampaikan materi pertama tentang biologi Ganoderma sp. Pengalaman Dr. Darmono selama bertahun-tahun disampaikan dalam pelatihan ini. Teknik-tenik penting untuk menangani penyakit Ganoderma sp sejak dini disampaikan beliau. Materi ini diperkuat dengan materi kedua yang disampaikan oleh peneliti muda PPBBI, Agustin Sri Mulyatni, MP, tentang aspek-aspek dasar pengendalian patogen tular tanah.

Dr. Djoko Santoso, peneliti senior PPBBI, menyampaikan materi tentang aplikasi fungisida organik untuk pengendalian Ganoderma. Pengalaman di lapang penggunaan fungisida kimia seringkali kurang efektif dan tidak ekonomis, di sisi lain penggunaan fungisida kimia secara berlebihan berbahaya bagi lingkungan. Fungisida organik merupakan alternatif untuk pengendalian Ganoderma. Beberapa bahan organik lain, yaitu asam-asam organik, juga berpotensi digunakan untuk pengendalian Ganoderma sp.

Serangan Ganoderma tidak hanya meyebabkan sakit bagi satu tanaman sawit, tetapi juga menyebabkan sakit bagi lahan sawit. Penanganan serangan Ganoderma tidak bisa dilakukan tanaman per tanaman, tetapi harus dilakukan secara komprehensif terhadap kebun yang terkena serangan Ganoderma. Salah satu metodologi penanganan serangan endemik Ganoderma sp adalah replanting. Salah satu aspek penting replanting ini adalah penyediaan bibit sawit yang bebas Ganoderma. Materi ini disampaikan oleh Deden Dewantara, SP. Sementara itu, aspek yang juga penting untuk penanganan kebun endemik adalahTeknik konversi dari kebun kelapa sawit menjadi komoditas lainnya. Dalam pelatihan ini, Bapak Yulianto, SP, MP menuturkan success story beliau tentang konversi kelapa sawit ke tebu yang dilakukan di PTPN VII, Lampung.

Lahan yang sudah sakit perlu diobati salah satunya dengan menekan dominansi fungi patogen Ganoderma sp. Dr. Happy Widiastuti, MSi., peneliti senior PPBBI, menyampaikan materi tentang teknik-teknik perbaikan populasi mikroba tanah untuk menekan dominansi ini. Secara alami, di dalam tanah banyak mikroba-mikroba yang bermanfaat bagi tanaman sawit. Mikroba ini perlu dirangsang agar bisa berkembang dan mengalahkan dominansi mikroba patogen.

Keberhasilan penanganan serangan Ganoderma sp akan lebih tinggi jika dilakukan sejak dini. Ir. Suharyanto, MSi, peneliti senior PPBBI, akan menyampaikan teknik untuk mendeteksi secara dini serangan Ganoderma pada tanaman kelapa sawit. Tanaman kelapa sawit yang secara visual terlihat sehat belum tentu bebas dari serangan Ganoderma. Tanaman yang sudah menunjukkan gejala sakit karena serangan Ganoderma biasanya sudah terserang cukup parah dan lebih sulit dikendalikan. Deteksi dini sangat penting dilakukan di daerah-daerah yang sudah diketahui ada serangan penyakit Ganoderma atau untuk kebun-kebun yang berpotensi besar terserang Ganoderma. Ir. Suharyanto, MSi. menemukan kit yang bisa mendeteksi secara dini seragan Ganoderma ini yang diberi nama Gano Kit.

Analisis ekonomi sangat penting untuk menilai teknik-teknik dan metode pengendalian Ganoderma sp. Dr. Herman Hanafiah, ahli ekonomi perkebunan dari PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), memberikan materi tentang tinjauan ekonomi pengendalian Ganoderma sp. Evaluasi ekonomi ini bisa menjadi masukan bagi manajemen untuk membuat keputusan untuk memilih teknik dan metode pengendalian serangan Ganoderma yang efektif dan efisien.

Pendalaman materi pelatihan ini diberikan secara klasikal dan juga praktikum di laboratorium maupun praktek lapang. Peserta pelatihan ini diharapkan dapat mempraktekkan materi pelatihan untuk menekan serangan penyakit Ganoderma di kebun-kebun sawit Indonesia.

 

Penulis : Dr. Isroi, MSi


Share di Facebook

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia
Jl. Taman Kencana No.1, Bogor 16128- Indonesia Phone: (0251) 8324048, 8327449 Fax. : (0251) 8328516 Email: admin@iribb.org
Hak cipta © 2019
Media Sosial :