• header-produk1.jpg
  • header-produk3.jpg

Nama Produk
:
OrgaDec  
Paten
:
ID 0 000 264 S  
Sertifikat merk
:
D00-2005021188  
Inventor
:
Dr. Didiek H. Goenadi  
    Drs. Yufnal Away,MS  
       
OrgaDec (Organic Decomposer) diformulasikan dengan bahan aktif mikroba asli Indonesia yang memiliki kemampuan menurunkan C/N secara cepat dan bersifat antagonis terhadap beberapa jenis penyakit jamur akar. Mikroba yang digunakan adalah Trichoderma pseudokoningii dan Cytophaga sp. Keduanya memiliki kemampuan yang tinggi dalam menghasilkan enzim pendegradasi lignin dan selulosa.
Kegunaan :        
         
OrgaDec digunakan sebagai dekomposer untuk menangani limbah padat organik berkadar lignin dan selulosa tinggi (sisa pangkasan teh, kulit buah kakao, tandan kosong kelapa sawit, jerami padi, serasah daun, dan ranting). OrgaDec merupakan bioaktivator pengomposan yang mudah, murah, cepat, dan sederhana, serta tidak menimbulkan bau.
 
         
Aplikasi OrgaDec mudah dan cepat dalam skala besar
         
Keunggulan :        
         
OrgaDec sesuai untuk kondisi tropis, menurunkan C/N secara cepat, tidak membutuhkan tambahan bahan lain, tidak perlu dilakukan pembalikan selama proses pengomposan berlangsung, antagonis terhadap penyakit jamur akar.
         
Potensi :        
         
Mampu menangani limbah padat perkebunan dengan baik dan cepat. Teknologi kompos yang efektif dan merupakan bioaktivator pengomposan yang mudah, murah, sederhana, cepat serta tidak menimbulkan bau.
         

Nama Produk
:
Greemi-G  
Paten
:
ID 0 000 452 S  
Sertifikat merk
:
D00-2005021190  
Inventor
:
Dr. Darmono Taniwiryono  
    Dr. Agus Purwantara  
       
Greemi-G (Green Microbe) adalah formula yang mengandung dua jenis mikroba hijau yang dapat mengendalikan beberapa jenis penyakit tanaman perkebunan, yang penularannya terjadi melalui tanah termasuk Ganoderma pada sawit, JAP pada karet dan Phytopthora pada kakao. Greemi adalah akronim dari 'green microbe' yang mengindikasikan bahwa produk ini mengandung cendawan berspora hijau, Trichoderma spp, dan diproduksi dalam bentuk granul ('G')
         
Kegunaan :        
         
Greemi-G menyembuhkan tanaman yang terserang Ganoderma, JAP dan Phytopthora serta memacu pertumbuhan tanaman. Dapat digunakan untuk pembibitan, tanaman belum menghasilkan dan tanaman produktif
 
         
         

Keunggulan :

       
         
Greemi-G merupakan biofungisida yang aman dan ramah lingkungan yang terbukti mampu mengendalikan beberapa jenis penyakit tanaman, perkebunan yang penularannya terjadi melalui tanah. Strain Trichoderma spp. yang dipakai secara periodik diperbaiki dan dijaga kualitasnya. Tetap stabil selama transportasi dan selama penyimpanan 1 tahun. Juga berfungsi sebagai pemicu pertumbuhan tanaman. Bahan Pembawa yang dipakai juga berfungsi sebagai "food base". Bahan aktif biologis Greemi-G akan berkembang-biak segera setelah diaplikasikan di lapang.
         
         

Potensi :

       
         
Greemi-G mempunyai potensi yang baik dalam mengendalikan Ganoderma, jamur akar putih, jamur akar merah, jamur akar coklat, Phytophthora palmivora, Fusarium. Greemi-G dapat juga digunakan untuk mengendalikan beberapa patogen tular tanah yang lain pada tanaman tahunan.
 

Cara Aplikasi

1. Tanaman/bibit di Polibag
a. Tambahkan 25 gram Greemi-G ke dalam media tanah di polibag.
b. Tutup permukaan polibag dengan seresah secukupnya.
c. Tanaman disiram sesuai dengan kebutuhan
2. Tanaman di lapang
a. Untuk tindakan preventif, gali tanah di sekitar pangkal batang, taburkan Greemi-G, kemudian tutup kembali dengan tanah. Pada cuaca kering, tutup permukaan tanah dengan mulsa.
b. Untuk tindakan kuratif, sayat bagian yang terinfeksi, aplikasikan Greemi-G pada permukaan lukaan, kemudian tutup dengan tanah. Alternatifnya, pasta Greemi-G yang disiapkan dengan mencampur air dengan volume yang sama dapat dikuaskan pada luka. Bakar sisa jaringan hasil penyayatan.
c. Untuk menghancurkan inokulum pada sisa-sisa tanaman yang terinfeksi, aplikasikan 0.5% Greemi-G , kemudian tutup tumpukan dengan plastik hitam selama 4-6 minggu
d. Dosis Greemi-G untuk tanaman muda 100-200 gram/tanaman/tahun.
e. Dosis Greemi-G untuk tanaman menghasilkan 300-500 gram/tanaman/tahun.
f. Dosis Greemi-G untuk tanaman pangan 10-15 gram/tanaman/tahun
3. Lubang perawatan tanaman sawit dan karet.
a. Buat satu lubang di antara gawangan/baris tanaman selebar 40 cm, sedalam 40 cm.
b. Masukkan seresah, tandan kosong, atau kulit buah kakao ke dalam lugang secukupnya lapis demi lapis sambil ditebari Greemi-G, sampai sebanyak 400 gram Greemi-G habis.
c. Tutup permukaan lubang dengan tanah secukupnya.
d. Enam bulan kemudian ulang di lubang lain yang dibuat pada posisi 90 derajad dari lubang sebelumnya ke arah berlawanan jarum jam dengan pangkal batang sebagai poros.
e. Kegiatan tersebut diulang terus menerus sehingga dalam waktu 2 tahun, semua 4 penjuru mendapat perlakuan Greemi-G dengan cara yang sama.
4. Lubang tanam
a. Untuk lubang tanaman standar (panjang 60 cm x lebar 60 cm x dalam 60 cm), dosis yang digunakan taburkan 300 gram Greemi-G lapis demi lapis pada kompos yang telah matang di dalam lubang.
b. Isi lubang dengan tanah sampai ketinggian di mana pangkal media bibit tanaman akan diletakkan.
c. Sambil menimbun media polybag, letakkan 100 gram sisanya di sekeliling media bibit tanaman.
d. Untuk lubang tanam yang lebih besar, gunakan dosis paling tidak 1.000 gram dan diaplikasikan seperti di atas, di mana 900 gram dicampur taburkan lapis demi lapis dengan kompos, dan 100 gram sisanya di letakkan di sekeliling media bibit tanaman.
 

Output Aplikasi Greemi-G

1. Tanaman di Polibag
a. Bibit sehat
b. Bibit tanaman lebih vigor dengan sistem perakaran yang baik.
c. Perakaran tanaman terlindung dari serangan penyakit tular tanah.
2. Tanaman di lapang
a. Melindungi perakaran tanaman atau memulihkan perakaran/pangkal batang dari serangan penyakit tular tanah (Ganoderma spp., Rigidoporus lignosus, Phytophthora spp., dan Fusarium spp.).
b. Pertumbuhan tanaman menjadi tampak lebih segar dan hijau
c. Produksi tandan meningkat sampai dengan batas kemampuan genetik tanaman.

Petunjuk Teknis Aplikasi Greemi-G : unduh file pdf

Leaflet Greemi-G : unduh file pdf

Nama Produk
:
BioMeteor  
Paten
:
S-2000 0106  
Sertifikat merk
:
-  
Inventor
:
Dr. Agus Purwantara  
    Dr. Darmono Taniwiryono  
       
Biometeor adalah bioinsektisida berbahan aktif jamur Metharhizium anisopliae. Sangat selektif untuk mengendalikan hama tanaman dalam tanah seperti hama boktor tebu (Dorysthenes sp.) dan boktor sengon (Xytrocera festiva) serta hama tanaman lainnya.
Kegunaan :        
         
Untuk mengendalikan hama dalam tanah seperti boktor (Dorysthenes sp.) dan boktor sengon (Xytrocera festiva).
 
         
Aplikasi biometeor pada perkebunan teb
         
Keunggulan :        
         
Aman terhadap tanaman dan lingkungan, penggunaan dapat dilakukan dengan cara di tabur dan di semprot.
         
Potensi :        
         
Pemanfaatan bioinsektisida Biometeor mempunyai potensi yang baik dalam mengendalikan hama tanaman perkebunan.
         

Nama Produk
:
NoBB  
Paten
:
S 980 047  
Sertifikat merk
:
D00-2005021193  
Inventor
:
Dr. Siswanto DEA  
       
       
NoBB (No Brown Bast) adalah campuran bahan aktif zat pengatur tumbuh yang berfungsi merangsang kambium untuk mempercepat pembelahan sel dan memulihkan fungsi jaringan lateks. NoBB juga mampu menyembuhkan Brown Bast atau Kekeringan Alur Sadap (KAS) dan mempecepat pertumbuhan kulit pulihan pada pohon sehat.
Kegunaan :        
         
NoBB menyembuhkan Brown Bast atau Kekeringan Alur Sadap (KAS) dan mempercepat pertumbuhan kulit pulihan pada pohon sehat.
 
         
Aplikasi NoBB
         
Keunggulan :        
         
NoBB menyembuhkan gangguan Brown Bast atau KAS, mempercepat pertumbuhan kulit pilihan pada tanaman terserang KAS atau pada pohon yang sehat. NoBB sangat ekonomis dalam usaha meningkatkan produksi karet.
         
Potensi :        

Pengggunaan NoBB dioleskan secara merata 40-50 ml NoBB per 100 cm panjang bidang sadap yang diobati terbukti berhasil menyembuhkan dan mengembalikan kulit sadap yang rusak/sakit akibat KAS.
 
         

Nama Produk
:
nirAma  
Paten
:
S 20 000 132  
Sertifikat merk
:
-  
Inventor
:
Dr. Agus Purwantara,
Dr. Darmono Taniwiryono,
Dr. Martanto Martosupono,
Ir. Dini Jamia Rayati, MS,
Ir. Wahyu Widayat, MS
 
       
       
nirAma adalah bioinsektisida yang dibuat untuk pengendalian hama dengan bahan aktif Paecilomyces fumosoroseus. Produk ini digunakan untuk mengendalikan beberapa hama tanaman perkebunan seperti perkebunan teh, kakao, sawit, karet, kopi, dan juga dapat digunakan untuk pertanian organik.
Kegunaan :        
         
nirAma digunakan untuk pengendali dan pemusnah hama perkebunan dan pertanian seperti Helopeltis antonii, ulat api, Ectropis bhurmitra, Antitrygodes divisaria, Hyposidra talaca, Metanastria hyrta, Homona coffearia, Poicilocorys sp., Spodoptera litura, dan Meloidogyne sp.
 
         
Aplikasi nirAma
         
Keunggulan :        
         
NirAma merupakan bionsektisida yang ramah lingkungan yang mampu menekan biaya pengendalian hama. Mengurangi ketergantungan penggunaan insektisida kimia. Mengendalikan serangan berbagai jenis hama dengan keefektifan yang sama dengan insektisida kimia. Mengurangi residu pestisida. Aman terhadap lingkungan dan tanah perkebunan dan pertanian.
         
Potensi :        
         
Untuk mengendalikan hama pada tanaman, nirAma disemprotkan dengan dosis 2 kg/ha, volume air 400 L/ha sebanyak 2-4 kali aplikasi. Untuk pengendalian hama dalam tanah NirAma ditaburkan dengan dosis 60 kg/ha, sebanyak 2 kali per tahun.
         

Cara Aplikasi :
1. Suspensikan 5 gram nirAma dalam 1 liter air (atau 60 gram dalam 12 liter air untuk satu alat semprot punggung), biarkan selama 10 menit sampai bahan padat mengendap, saring dengan kain kasa, dan semprotkan dengan dosis 400 liter/ha. Lakukan penyemprotan 2-4 kali dengan interval 1 minggu.
2. Untuk pengendalian hama dalam tanah, NirAma ditaburkan dengan dosis 60 kg/ha, sebanyak 2 kali per tahun.

Output/Manfaat Aplikasi NirAma
1. Aman terhadap lingkungan dan tanah perkebunan dan pertanian.
2. Mengurangi ketergantungan penggunaan insektisida kimia.
3. Mengendalikan serangan berbagai jenis hama dengan keefektifan yang sama dengan insektisida kimia.
4. Mengurangi residu pestisida.

Page 5 of 6

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia
Jl. Taman Kencana No.1, Bogor 16128- Indonesia Phone: (0251) 8324048, 8327449 Fax. : (0251) 8328516 Email: admin@iribb.org
Hak cipta © 2019
Media Sosial :